Ancaman Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat

MARI kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt dengan menjunjung tinggi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, karena hanya dengan iman dan taqwalah kita dapat meraih kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman, “orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa, bagi mereka kegembiraan dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat, tidak ada perubahan bagi janji-janjinya dan yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”. (QS, Yunus:63-64).

Shalat merupakan rukun Islam yang paling penting setelah dua kalimah syahadat. Dalam Islam, shalat adalah ibadah yang paling utama setelah keimanan. Bagi orang yang benar-benar beriman, shalat bukan sekedar kewajiban yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan mendapat dosa. Tapi, shalat bagi mereka adalah sarana yang sangat komplit untuk meraih ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Shalat merupakan kewajiban/fardhu ain berdasarkan Alquran, Hadis dan Ijmak. Allah swt mewajibkan shalat pada malam mirajnya Nabi Muhammad SAW, ini menunjukkan tingginya nilai ibadah shalat tersebut. Ia adalah sebuah kewajiban yang tidak gugur dalam kondisi apapun, yang hal ini berbeda dengan rukun-rukun Islam yang lain.

Namun demikian, dewasa ini generasi kita sudah menganggap enteng perkara shalat tersebut dan dalam waktu yang sama, mereka lebih senang mengikuti hawa nafsu/ berhura-hura. Allah SWT berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jahat) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS, Maryam: 59).

Oleh sebab itu, sudah menjadi suatu kewajiban untuk mengingatkan mereka tentang ancaman bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Bentuk-bentuk ancaman tersebut, di antaranya adalah azab neraka saqar. Allah SWT berfirman, Apakah yang memasukkan kalian kedalam saqar (neraka)?, mereka menjawab “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. (QS, al-Muddat-tsir : 42-43). Kecelakaan bagi orang-orang yang enggan untuk sujud kepada Allah SWT, dan apabila dikatakan kepada mereka, rukuklah!, niscaya mereka tidak mau rukuk dan kecelakaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (QS, al-Mursalat: 48-49). “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya”. (QS, al-Maun: 4-5).

Azab kubur, firman Allah SWT, dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, (QS, Thaha: 124). Kehidupan yang sempit disini, ditafsirkan dengan azab kubur (Tafsir taisir al-karim al -rahman, hal: 711). Orang-orang yang berpaling dari Allah SWT dengan meninggalkan shalat, akan merasakan sempitnya alam kubur dan kuburnya itu bagaikan satu jurang dari jurang-jurang neraka. Orang yang meninggalkan shalat, setelah dikuburkan, ia akan didatangi oleh seorang laki-laki yang bermuka jelek, berpakaian jelek, berbau busuk, kemudian ia berkata,” bergembiralah dengan keburukan yang akan menimpamu, ini adalah hari yang telah dijanjikan kepadamu, lantas ia bertanya,”siapa kamu? Mukamu adalah muka yang sangat jelek, lelaki itu menjawab, “saya adalah amalanmu yang jelek,”(HR.Ahmad).

Dibangkitkan bersama Qarun, Fir’un, Haman serta Ubay bin Khalaf, sesungguhnya, orang-orang yang meninggalkan shalat akan dibangkitkan bersama keempat orang tersebut. Karena, seseorang yang meninggalkan shalat, adakalanya disibukkan oleh hartanya, kekuasaannya, tugas kementerian (kekantoran) nya, atau bisnisnya. Orang yang sibuk dengan hartanya hingga ia meninggalkan shalat, maka ia akan dibangkitkan bersama Qarun. Jika sibuk dengan kekuasaannya, akan dibangkitkan bersama Fir’un. Jika sibuk dengan tugas kementerian (kekantoran) nya, akan dibangkit bersama Haman. Adapun jika ia sibuk dengan bisnis/dagangannya, akan dibangkitkan bersama Ubay bin Khalaf. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjaga shalat, maka shalatnya akan menjadi cahaya dan tanda baginya pada hari kiamat dan barang siapa yang tidak menjaganya, ia tidak akan memperoleh cahaya, tanda dan keselamatan di hari akhirat dan di hari akhirat ia akan bersama Qarun, Fir’un, Haman dan Ubay bin Khalaf”. (HR. Ahmad, ad-Darimi, dan Baihaqy).

Lepas dari tanggungan Allah SWT, Muadz bin Jabal berkata, Rasulullah SAW menasehatiku dengan sabdanya. “Janganlah kamu menyekutukan Allah, sekalipun kamu dibunuh atau dibakar. Janganlah kamu durhaka kepada kedua orang tuamu, meskipun kamu disuruh untuk meninggalkan keluarga dan hartamu, serta janganlah sekali-kali meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, maka sungguh tanggungan Allah akan lepas darinya”. (HR.at-Thabrani).

Namanya tercatat di pintu neraka. Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang meninggalkan shalat secara sengaja, maka Allah SWT akan menulis namanya di pintu neraka dalam daftar orang-orang yang akan memasukinya”. (HR, Abu Na’im).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s