AL-QUR’AN GADANG

erdapat di Desa Kampung Dalam Kec Labuhanhaji, Aceh Selatan

ditulis oleh seorang yang berasal dari Pariaman Minangkabau yang bernama Datuk Sultan Palaci. Quran itu ditulis sepulang dari Mekah selama 2 tahun 2 bulan dan 2 hari dengan tangannya sendiri. Setiap Al Quran itu ditulis ia selalu dalam keadaan berwuduk. Ia menulis setiap selesai shalat tahajjud hingga fajar. Ia mulai menulis musaf Al Qur’an itu pada subuh Jumat pada tgl 8 Agustus 1937 dan selesai ditulis pada tgl 8 Agustus 1939 juga di Subuh Jumat.
Dahulu dan hingga kini Al Qur’an ini sering dijadikan tempat bersumpah saat orang berperkara (bersengketa). Biasanya terbukti jika orang yang bersengketa itu berbohong. (Sumber: Darul Qutni Ch – Penulis Sejarah Aceh Selatan)

Makam Tgk Syech Muda Wali
Terdapat di Desa Blang Dalam Kecamatan Labuhanhaji Barat. Sheikh Muda Waly Al Khalidy An Naqsyabandy Al Asyiy.
Syeikh Muda Waly Al khalidy dilahirkan di Desa Blang Poroh, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan pada tgl 8 Agustus 1917. Beliau adalah putra bungsu dari Sheikh H. Muhammad Salim bin Malin Palito. Ayah beliau berasal dari Batu Sangkar, Sumatra Barat. Beliau datang ke Aceh Selatan selaku da`i. Sebelumnya paman beliau yang masyhur dipanggil masyarakat Labuhan Haji dengan Tuanku Pelumat yang nama aslinya Sheikh Abdul Karim telah lebih dahulu menetap di Labuhan Haji..
Tgk Syech Mudawali Al Chalidy lahir tahun 1917 wafat tahun 1961. Ia seorang Ulama Besar yang memimpin Pesantren Darussalam di Blang Poroh Kec Labuhanhaji Barat. (Sumber: Darul Qutni Ch – Penulis Sejarah Aceh Selatan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s