Berhitung

JIKA ada satu daerah, provinsi, kabupaten atau kota yang baru memekarkan diri dari kabupaten induk, biasanya pemerintahan setempat akan membuka kran investasi besar-besaran sebagai penunjang kegiatan ekonomi daerah tersebut.

Para pebisnis dan investor, tentu tidak ujug-ujug menanamkan modalnya atau membuka cabang usaha yang baru di daerah dimaksud. Mereka akan berhitung seberapa besar modal yang harus dikeluarkan dan seberapa mungkin laba yang akan diraih untuk berbisnis di suatu daerah atau kawasan. Untuk itu mereka perlu data-data terkait populasi suatu daerah dan bagaiamana karakteristik daerah dimaksud. Jika data dari berbagai informasi terkait yang berhubungan dengan bisnis yang akan dikembangkan sudah tersedia. Maka, data-data yang ada menjadi bahan perhitungan awal apakah produk yang akan dilepas ke pasar bisa dalam waktu cepat diterima konsumen.

Jangan heran, jika banyak perusahaan mau menggelontorkan uang lebih banyak untuk melakukan promosi besar-besaran pada produk yang baru dikeluarkan. Mereka sudah berhitung, mereka memiliki asumsi-asumsi keuntungan dan data-data pendukung di lapangan yang berkait dengan bisnis.

Nah, Kita juga demikian. Saat memutuskan terjun ke dunia bisnis. Ada banyak peluang dan kesempatan membuka usaha. Pastikan, data-data pendukung terkait satu pilihan bisnis sudah kita dapatkan. Misal, saat data kebutuhan air kemasan isi ulang di suatu daerah terus bertambah setiap bulannya sementara pemerintah setempat belum juga mampu memberikan layanan fasilitas air bersih bagi warganya, maka pada sektor bisnis air mineral tersebut, Kita sudah bisa melakukan perhitungan untung rugi pada bisnis dimaksud.

Kita bisa kalkulasikan berapa persen pertumbuhan permintaan air setiap bulannya. Lalu pada produk air apa warga berlanggananan selama ini dan apa kelebihan produk tersebut. Nah, jika kita berhitung dan menemukan satu celah baru yang tak ada pada produk air yang sudah ada, maka Kita sudah bisa berhitung apakah bisnis itu juga akan kita geluti atau tidak. Jika hasil kalkulasi perhitunganya menunjukan kecenderungan akan ada hasil dari data-data yang ada, jangan sungkan untuk menggelontorkan modal awal dan modal promo pada produk baru yang ditawarkan.

Contoh lain, Kita bisa melihat bagaimana Indofood sukses merajai bisnis mie instan di tanah air selama puluhan tahun. Tetapi, saat pertumbuhan konsumsi mie semakin tinggi dan menunjukan pertumbuhan signifikan, hadirlah produsen mie instan lain yakni, Wings corporation. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1948 di Surabaya, pada April 2003 resmi meluncurkan Mie Sedaap. Wings sudah tentu melakukan riset dan perhitungan pasar terkait pertumbuhan konsumen mie. Hasilnya, kehadiran Mie Sedaap membuat kalang kabut raksasa Indofood sebagai penguasa tunggal bisnis mie instan. Hanya dalam tempo setahun, Mie Sedaap berhasil “mencuri” 12% pangsa pasar Indofood.

Kuncinya satu, mereka berhitung! mereka terus melakukan perhitungan-perhitungan pada peluang bisnis dan celah-celah bisnis yang bisa dikembangkan dari banyak kesempatan bisnis yang ada.

Mau berbisnis? yuk belajar melakukan perhitungan pasar, hitung populasi penduduk dan kecenderungan pasar akan produk yang ditawarkan. Dengan berhitung, bisnis Kita Insya Allah akan beruntung!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s