Islam dan Kebersihan

AJARAN Islam yang universal mengatur segala aspek kehidupan manusia, salah satu hal yang sangat penting dalam ajaran Islam adalah masalah kebersihan, sesuai firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 222.

Artinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222).

Kebersihan yang dikehendaki oleh Islam adalah kebersihan seutuhnya, kebersihan lahir dan bathin dan ayat yang lain Allah juga menerangkan dalam surah Al-Maidah ayat 6.

Artinya: Tiada menghendaki Allah menjadikan atas kamu di dalam agama itu susah tetapi menghendaki Allah karena mensucikan akan kami. (QS. Al-Maidah: 6).

Selain firman Allah, dan banyak juga hadist-hadist rasul yang menerangkan tentang kebersihan antara nabi bersabda: “Kuncinya salat itu suci”. Dalam hadist lain nabi juga bersabda: “Dirikan agama itu di atas suatu yang bersih (suci).

Maka dasar ayat-ayat tersebut dan hadits rasul jelas lah pada kita betapa pentingnya kebersihan. Oleh karena itu bagi kita orang yang mukmin harus selalu mengupayakan dirinya agar dapat membersihkan segala bentuk kotoran-kotoran baik lahir maupun batin supaya amal ibadah yang kita kerjakan lebih besar harapannya untuk diterima oleh Allah swt.

Upaya yang kita lakukan untuk mensucikan anggota lahir:

Pertama, mensucikan lahir dari najis dan hadas baik kecil dan besar karena ini merupakan salah satu syarat untuk mensahkan ibadah yang kita kerjakan, (ibadah yang disyaratkan suci).

Kedua, mensucikan anggota badan yang tujuh terdiri dari: mata, teliga, lidah, perut, faraj, tangan, dan kaki dari segala perbuatan dosa, supaya kita terlepas dari siksaan Allah yang sangat pedih.

Sedangkan upaya yang kita lakukan untuk mensucikan batin adalah:

Pertama, mensucikan hati kita dari segala sifat-sifat yang tercela dalam agama seperti: hasad, takabur, khianat, qhibah, dan lainnya segala sifat yang dicela oleh agama, agar kita dapat memiliki sifat-sifat yang terpuji segingga kasih saying dan kecintaan Allah selalu tercurah kepada kita.

Kedua, mensucikan hati dari pada kelalaian dan kebimbangan selain Allah, supaya hati selalu berzikir kepada Allah barulah terwujud apa yang diharapkan oleh Rasulullah yakni Qalbul Mukminin Baitullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s