Insan Cerdas

“Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat” (HR. Ibnu Majah).

Banyak insan mengaku atau diakui cerdas di dunia ini, apalagi didukung dengan pendidikan tinggi. Namun, kecerdasan hanya dijadikan alat untuk memacu upaya meraih hal-hal yang bersifat duniawi, seperti harta yang banyak, kedudukan yang tenar, dan berbagai kemewahan lain.

Jika untuk hal-hal seperti ini digunakan, kecerdasan lazimnya tak mampu menyelamatkan seseorang insan baik di dunia, apalagi di akhirat. Sebab, rasa haus manusia terhadap dunia tak akan pernah mampu dipenuhi atau dihentikan, hingga kematian datang. Rasulullah mengibaratkan, bila seseorang sudah memiliki dua lembah emas pun, masih akan mencari yang lain lagi. Demikianlah ibarat bagi ketidakpuasan manusia terhadap harta dunia, sehingga tidak sedikit orang yang terjerumus dalam menghalalkan segala cara untuk meraihnya, yang akhirnya membuatnya menderita.

Bagi Rasulullah, kecerdasan seseorang insan diukur berdasarkan seberapa sering mengingat dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Apalagi orang yang sering mengingat kematian akan tergugah untuk beramal sebanyak mungkin. Lebih-lebih, menurut Nabi SAW, satu-satunya hal yang mengikuti seseorang menuju alam baqa, bukan keluarga atau kekayaannya, tetapi amal perbuatannya (HR. Bukhari dan Muslim).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s