Hijab

PAKAIAN adalah kebutuhan, sama halnya seperti makanan dan tempat tinggal. Ia melindungi manusia dari sengatan matahari, debu serta pandangan langsung pada bagian privasi tubuh atau badan. Secara sosial, pakaian memiliki arti yang sangat besar bagi si pemakai. Petani memiliki pakaian yang berbeda dengan pegawai kantoran, bahkan terkadang ia bisa menunjukkan keadaan spiritual dan pemahaman si pemakai terhadap norma.

Wanita dan pakaian memiliki hubungan yang sangat erat antara satu sama lainnya. Lihat saja, misalnya, betapa banyak model pakaian yang mereka miliki, dan pakaian juga membutuhkan wanita sebagai obyek dan sumber utama untuk menciptakan pakaian.

Jilbab atau hijab merupakan bagian terpenting dari sebuah pakaian perempuan. Di samping sebagai penutup aurat bagi seorang muslimah, juga sebagai ciri khas keacehan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman. Namun ketika kita melihat lebih jauh, memakai jilbab sebagai ciri khas ini oleh sebagian orang seakan sangat-sangat terpaksa dipraktikkan. Padahal Islam mewajibkan penganutnya untuk menutup aurat termasuk dalam artian berjilbab.

Seorang penulis berkebangsaan Inggris keturunan Pakistan. Ia merupakan penulis buku Perempuan Suci, namanya Qaisra Shahraz. Dalam bukunya ia menceritakan tentang perjalanan seorang wanita yang diharuskan berjilbab dalam hidupnya, kemudian mulai terbiasa dengan jilbab hingga pada akhirnya dia semakin terbiasa dengan pakaiannya. Ia tidak keluar rumah jika tidak berjilbab, bukan karena paksaan seperti diawal-awal, namun ia terbiasa dengan jilbabnya dan bangga dengan identitas sebagai seorang Muslim yang menjaga aurat.

Tahun 2002 hingga 2011 perbincangan mengenai tema jilbab, hijab (cadar) menjadi topik hangat di media-media International. Sebut saja Prancis, di sana jilbab dilarang sejak 2004 dari sekolah dasar dan menengah. Namun masih diperbolehkan di ruang publik seperti perguruan tinggi dan rumah sakit. Alasan mereka untuk mengendalikan simbol keagamaan di sekolah-sekolah. Pelarangan ini menuai badai protes orang Islam di berbagai belahan dunia.

Di Inggris pada tahun 2007 Kementerian Pendidikan telah mengeluarkan arahan yang memungkinkan sekolah-sekolah untuk melarang niqab. Begitu juga di berbagai belahan dunia lain seperti Italia, Denmark, Austria, Belgia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s