Mudharat

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS. Al-Ahzab: 58).

Yang paling mudah adalah melarang orang lain.  Tetapi tidak mau melarang diri sendiri melakukan kesalahan.  Seperti melarang diri melakukan perbuatan mudharat, seperti larangan merokok bagi orang yang sudah terbiasa merokok.  Meskipun selalu diingatkan oleh orang-orang alim di bidang kesehatan bahwa merokok menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya, mengganggu orang lain dengan asap dan baunya, serta membakar harta secara sia-sia; tetap saja merokok.

Padahal menurut Rasulullah SAW, tanda baiknya iman seseorang ialah tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan kemudharatan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.  Nabi SAW juga mengingatkan: “Wahai sekalian orang yang telah berislam dengan lisannya namun belum masuk keimanan ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengganggu kaum muslimin…” (HR. At-Tirmidzi).

Juga diingatkan dalam Alquran: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Baqarah: 195).

Ternyata semua larangan dari pihak lain sulit menembus alam kesadaran kita.  Kecuali kita sendiri berusaha giat untuk melaksanakan sendiri sesuai dengan ajaran agama Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s