Selingkuh dalam Pandangan Islam

Rasulullah saw bersabda: “Setiap orang bisa mungkin melakukan zina dengan anggota badan. Kedua mata berzina, zinanya adalah melihat atau menatap aurat bukan muhrim. Kedua tangan berzina, zinanya adalah menyantuh atau meraba yang bukan muhrim. Kedua kaki berzina, zinanya adalah melangkan kedua kaki menemui orang yang bukan muhrim (tanpa alasan yang dibenarkan agama). Mulut berzina, zinanya mengecup orang yang bukan muhrim. Hati berzina, zinanya dengan menghayal berzina dengan bukan muhrim, atau menghayal pegangan tangan dengan bukan muhrim. Kesemua itu akan dibenarkan atau dinafikan oleh zina alat kelamin.” (HSR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah).

Kalau sudah sampai ke tingkat zina besar, yah itulah salah satu bentuk dosa besar atau dalam bahasa Arabnya disebut kabaair.

Imam Asy-Syafi’i ra pernah berpesan: “Hindarilah segala yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah utang. Jika engkau mengambilnya, maka ketahuilah, tebusannya adalah anggota keluargamu. Barang siapa berzina, akan dizinai meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah, jika engkau termasuk orang yang berakal.”

Dalam bermasyarakat, zina juga merupakan kerusakan besar, antara lain: Dalam perbuatan zina tekumpul semua jenis keburukan, seperti lemahnya agama, hilangnya ketakwaan, hancurnya kesopanan, lenyapnya rasa cemburu, dan terkuburnya akhlak terpuji.

Perbuatan zina dapat membunuh rasa malu sehingga menjadikan seseorang tebal muka atau tidak tahu malu, menjatuhkan harga diri, menghilangkan sebutan hamba yang berbakti, ‘afif (pemelihara kehormatan diri), dan orang yang adil.

Bahkan sebaliknya, orang banyak akan menjulukinya sebagai hamba yang jahat, fasiq, pelacur, dan pengkhianat, memutuskan tali silaturrahim, durhaka terhadap orang tua, menghasilkan harta yang haram, membuahkan akhlak tercela, serta menelantarkan keluarga dan keturunan.

Perbuatan zina memberi dampak negatif terhadap kesehatan jasmani pelaku yang sulit diobati atau disembuhkan, bahkan dapat mengancam kelangsungan hidup pelakunya. Perbuatan itu akan memicu munculnya berbagai penyakit, seperti AIDS, penyakit sifilis, penyakit herpes, penyakit kelamin, dan penyakit kotor lainnya.

Beberapa pihak telah mengklaim bahwa penyebab terbesar mewabahnya penyakita AIDS adalah karena sex bebas atau dengan kata lain zina. Seperti di Subang, diklaim bahwa AIDS 73% disebabkan oleh perilaku seks bebas remaja. Bahkan di Kupang sampai 98% penyebab mewabahnya AIDS adalah karena seks bebas.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, perbuatan zina adalah perbuatan yang sangat dibenci. Allah Swt berfirman: “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka Allah akan menggantikan keburukan-keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 68-70)

Syukur, Ibu baru melakukan zina zina kecil, kalau ziba besarpun pintu taubat masih terbuka. Jangan berputus asa. Allah berfirman: “Katakanlah, hai hamba-hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah dalam hadis qudsi pernah bersabda: “Allah tabaraka wa ta’ala berkata: Wahai anak adam. Sesungguhnya jika engkau berdoa kepadaKu dan mengharapkanKu maka Aku akan mengampuni semua apa yang ada pada dirimu dan Aku tidak perduli (seberapa besar dosamu). Wahai anak Adam. Seandainya dosamu sampai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepadaKu, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (seberapa besar dosamu). Seandainya engkau datang kepadaKu dengan sepenuh bumi kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), kemudian engkau tidak berbuat syirik terhadapKu sedikit pun, maka Aku akan datang sepenuh bumi itu pula dengan pengampunan.”

Karena itu, Buk, bertaubatlah dengan sebaik-baik taubat, dengan cara yang diriwayatkan para ulama, antara lain: Benar-benar menyesali perbuatan tersebut; Berhenti total dari perbuatan tersebut; Berjanji untuk tidak mengulanginya. Apabila ternyata masih mengulanginya, maka hal tersebut belum dikatakan taubat nasuha (taubat yang sebenarnya).

Untuk mempermudah pelaksanaannya, ada beberapa langkah yang mungkin ibu lakukan, antara lain: Mengikhlaskan niat agar benar-benar ikhlas hanya untuk Allah; Melakukan semua hal yang dicintai oleh Allah; Menuntut dan memperdalam ilmu ilmu Islam; Berusaha dengan keras dengan membuat jadwal rutin ibadah; Berteman dengan orang-orang yang shalih dan mencari teman yang bisa membantunya untuk selalu taat; Menjauhi sebab-sebab yang dapat memancing syahwat; Membayangkan akibat buruk dosa yang akan dilakukan; Memperbanyak doa dan istigfar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s