Miss(ing) World

“Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian pun akan ikut masuk ke dalamnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Manusia, tak tercuali orang-orang Muslim, terus-menerus digoda agar terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan.  Dipalingkan dari upaya menjadikan dunia ini sebagai tempat beramal menuju akhirat, menjadi tempat melupakan akhirat dan berbuat dosa.  Akibatnya, banyak orang kehilangan dunia (missing world) yang sepatutnya.

Godaan itu bermacam-macam, termasuk di antaranya melalui acara Miss World.  Acara ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam.  Islam mengajak menutup aurat dan menjauhi zina, tetapi acara ini malah mengajak untuk memamerkan aurat dan mendekati (berbagai macam) zina.  Sehingga bukan hanya tak bermanfaat bagi orang-orang Muslim, acara ini juga mengaliri berlapis-lapis dosanya.

Namun demikian, yang namanya acara buka-buka aurat bisa menggoda siapa saja.  Tak terkecuali orang-orang yang katanya beriman. Iman seseorang bisa naik turun, dan bahkan luntur hingga sirna.  Apalagi manusia dikaruniai hawa nafsu, yang bisa mengajak kepada kesesatan. Makanya, tidak sedikit orang telah terjerumus. Karena itu, perlu bagi setiap kita berusaha sekuat tenaga untuk menghindari diri dari mengikuti acara-acara yang sengaja diadakan untuk mengaburkan pandangan mata dan hati atau menghilangkan kesempatan memanfaatkan dunia ini sebagai ladang untuk beramal salih

Twitter Telah Acquired Trendrr

curatorr_320x245Trendrr hari ini mengumumkan bahwa mereka telah diakuisisi oleh Twitter. Trendrr adalah perusahaan yang pas dengan semua TV dan usaha periklanan yang berhubungan dengan Twitter telah berfokus pada akhir-akhir ini, karena klaim untuk “memanfaatkan kekuatan data sosial real-time untuk media dan periklanan.”

Perusahaan membukukan catatan di blog-nya tentang berita. Berikut adalah kutipan:

Selama lima tahun terakhir kami telah memimpin dalam bekerja dengan data real-time dan televisi, membuka kekuatan dan nilai keterlibatan sekitar TV dan menciptakan pengalaman media yang menarik di sekitar konten.

Itu sebabnya kami sangat senang bisa bergabung dengan tim kelas dunia Twitter, memungkinkan kita untuk menyadari peluang yang lebih besar yang mendorong pengalaman yang lebih baik bagi pengguna, media dan pemasar di Twitter dan di seluruh dunia.

Setelah duduk di persimpangan ini TV dan media sosial selama bertahun-tahun, kami telah menganalisis data dari banyak platform. Apa yang membuat Twitter unik menarik diantara platform ini adalah hubungannya dengan saat hidup – orang berbagi apa yang terjadi, ketika itu terjadi, kepada dunia. Kami pikir kami dapat membantu memperkuat lebih kuat kekuatan hubungan itu untuk saat ini dalam Twitter.

Trendrr mengatakan Curatorr produk Twitterbersertifikat akan bekerja dengan perusahaan media, pemasar dan mitra display, dan akan terus menghormati kontrak yang ada dari penawaran Trendrr.TV nya, meskipun tidak berencana untuk membuat yang baru untuk itu.

Semangat Muda

“Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya” (HR. Muslim).

Lazimnya di usia tua, sebahagian insan turun drastis semangat hidupnya. Dengan kondisi fisik dan pikiran yang semakin lemah, dirasakan tak memungkinkan lagi untuk meraih harapan seperti yang diraih di kala masih muda. Namun tidak demikian bagi orang-orang yang memperhambakan diri dalam mengejar duniawi.

Diingatkan bahwa hamba semacam ini akan tetap bergelora semangatnya.  Lupa usia telah senja.  Bahkan, karena dahsyatnya keinginan untuk meraih kedudukan dan harta dunia, apapun dijadikan modal.  Agama pun kerap dikorbankan.  Simbol-simbolnya digunakan untuk mengelabui.

Namun sebenarnya bukan tidak boleh bersemangat muda di usia senja. Bahkan di saat usia tinggal sehari pun, dianjurkan untuk tetap bersemangat karena masih memungkinkan meraih harapan. Seperti menanam  kebaikan kecil, tetapi menumbuhkan harapan besar.  Sebagaimana dikatakan, jika seseorang mengetahui esok hari ia akan mati dan di tangannya ada sebatang pohon, maka hendaklah menanamnya.  Memang hasilnya tidak bisa dirasakan lagi, tetapi ada makhluk lain yang akan menikmatinya.  Sehingga pahala akan mengalir kepada yang menanamnya.

Imajinasi Populer dalam Politik

KETIKA kita menyaksikan realitas politik yang diciptakan para politikus di negeri ini, dengan kasat mata kita bisa melihat struktur politik yang dibangun dengan imajinasi pupuler, sebuah ruang, waktu, dan tanda politik yang dibentuk, disesaki, dan dipenuhi laku politik yang bersifat dangkal, remeh-temeh dan bermutu rendah.

Orang-orang yang lahir dari rahim partai politik begitu canggih memainkan seni verbalisme politik demi kepentingan diri dan kelompok (partai)-nya. Mereka menggunakan partai politik sebagai mesin pencetak harta kekayaan dan kekuasaan. Mereka hanya mengedepankan hal-hal yang yang bersiat duniawi dengan mengesampingkan dunia eskatologis. Di sinilah sifat materialistis-hedonistis mendapatkan tempatnya.

Celakanya, tidak sedikit politikus, baik di tingkat pusat maupun daerah, saat ini sangat gemar mengembangkan imajinasi populer tersebut. Alih-alih memperjuangkan kepentingan rakyat, kader-kader partai malah bekerjasama melakukan korupsi dan terlibat “kongkalikong” dengan para aktor ekonomi (misalnya pengusaha) yang seringkali sangat merugikan kepentingan rakyat banyak.

 Realitas politik

Inilah realitas politik yang sering kita saksikan yang dilandasi imajinasi dan fantasi-fantasi yang dibangun secara sadar oleh individu atau kelompok (politikus, partai politik) untuk membedakan mereka dengan orang atau kelompok lainnya. Imajinasi populer yang dicirikan oleh sifat-sifatnya yang murahan, rendah, vulgar, umum, rata-rata atau rakyat kebanyakan, kini telah digunakan untuk menghimpun massa dalam berbagai wacana politik sebagai massa populer.

Yasraf Amir Piliang dalam bukunya “Dunia yang Dilipat” menjelaskan bahwa Imajinasi populer ini terdapat setidak-tidaknya empat bidang, yaitu cara berpikir populer, komunikasi populer, ritual populer, dan simbol populer. Pertama, cara berpikir populer, yaitu cara berpikir yang dipengaruhi oleh berbagai wacana budaya populer, seperti televisi, media massa, dunia hiburan dan dunia seni populer, yang dicirikan oleh sifat-sifat kedangkalan, permukaan dan selera massanya.

Dalam konteks politik, termasuk ke dalam cara berpikir populer adalah berbagai wacana politik populer yang dikembangkan politikus, yang dikemas dengan cara tertentu yang seakan-akan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan politik. Padahal, para politikus itu hanya memproduksi cara berpikir politik yang sangat dangkal.

Kedua, komunikasi populer, yaitu berbagai bentuk komunikasi  politik yang dicirikan oleh sifat-sifat dangkal ketimbang kedalaman, permukaan ketimbang substansi, lebih menghibur ketimbang mencerahkan, lebih menawarkan rasa kesenangan ketimbang ilmu pengetahuan, lebih membangkitkan sensasi ketimbang substansi.

Hal ini bisa berwujud bahasa, tindakan, dan penampilan populer politikus. Berbagai psikologi massa, sebagaimana digunakan di dalam budaya populer, kini digunakan di dalam wacana politik, seperti cara-cara untuk membangkitkan dan mengendalikan emosi (simpati, empati) rakyat. Misalnya, di televisi para politikus korup bertindak sebagai orang yang harus dikasihani, agar rakyat memaafkan tindakan korupnya. Bahkan, ada politikus yang siap digantung di Monas sekalipun demi meyakinkan rakyat bahwa ia tidak terlibat korupsi serupiah pun.

Ketiga, ritual populer, yaitu berbagai bentuk ritual politik yang secara massal dilakukan mengikuti paradigma budaya populer, yang dalam pelaksanaannya menggunakan logika komoditas. Ritual-ritual itu ditata sedemikian rupa sesuai dengan prinsip perbedaan sosial. Kegiatan ritual politik digiring ke dalam perangkap artifisialitas, permainan bebas bahasa dan citra sebagai cara dalam menciptakan imajinasi kolektif dan pemanipulasian pikiran massa.

Misalnya, tempat rapat atau pertemuan mewah yang digunakan orang-orang partai yang membedakan tempat rapat partai lainnya. Mereka terkadang tidak peduli apakah kemewahan yang ditampilkan tersebut menyakiti hati rakyat yang masih menderita kemiskinan atau tidak. Yang ada dalam benak mereka adalah penunjukkan keterpesonaan yang serba “wah”.

Keempat, simbol populer, ini artinya bahwa simbol-simbol populer digunakan di dalam berbagai praktik politik. Simbol pupuler yang identik dengan penampilan populer mengarahkan pada penampilan yang mencakup mulai dari pakaian sampai rambut dan eksesoris yang menekankan efek-efek kesenangan, simbol, status, tema, prestise, daya pesona, dan berbagai dorongan selera rendah lainnya tanpa mengutamakan substansi politik. Pendeknya, aktor-aktor politik hanya mengutamakan kulit luar politik  tanpa memikirkan isi, makna, dan hakikat politik itu sendiri.

Banalitas politik

Ada berbagai akibat dari masuknya imaninasi populer ke dalam aktivitas politik ini, yaitu banalitas politik. Ini mengindikasikan bahwa apapun yang selama ini dianggap profan, nafsu rendah, remeh-temeh, dan banal menurut pandangan politik, kini justru menjadi bagian wacana politik itu sendiri. Baik/buruk, benar/salah, pantas/tak pantas, dan sejenisnya kini dikaburkan dan digiring pada logika budaya baru, yaitu logika banalitas politik. Politik  berada di tempat yang rendah, remeh-temeh, murahan dengan mengambil alih nilai-nilai dan budaya luhur politik (kesantunan, kebaikan, kemuliaan, dan kejujuran).

Di dalam praktik politik yang telah tercuni imajinasi populer, sesuatu dulu yang dianggap tidak penting (seperti penampilan, sifat menghibur, gaya pakaian, gaya penampilan) kini menjadi sangat signifikan, dan mendominasi ruang-waktu aktivitas para politikus serta menjadi jantung kehidupan politik itu sendiri.

Di media massa, misalnya di televisi, kita bisa menjumpai seorang politikus terlihat lebih mementingkan gaya penampilannya ketimbang pencapaian tujuan politik seperti yang diajarkan Plato atau Aristoteles, yaitu mencapai masyarakat politik yang terbaik dan menggapai kebaikan bersama. Mereka lebih mementingkan gaya bicara, ketimbang esensi politik. Dalam keadaan semacam itu, yang muncul adalah “pementingan yang banal”.

Inilah imanjinasi populer yang saat ini sedang digandrungi kebanyakan politikus di nusantara ini yang kini telah menghadirkan banalitas politik. Dan tentunya, gaya politik semacam ini telah merenggut praktik politik dari ruang keluhurannya. Hal yang harus dilakukan para politikus sekarang adalah menjalankan tujuan politik sebaik-baiknya, yaitu sebagai alat untuk mensejahterahkan seluruh rakyat Indonesia, bukan memakmurkan individu atau kelompok (partai) tertentu.

Peduli Saudara

“Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya” (HR. al-Bukhari).

Dari munculnya rasa peduli, setiap kita bisa mengukur diri.  Yaitu, mengukur dalam golongan manusia manakah kita sudah termasuk hingga saat ini. Masih berimankah, kurang, atau tidak sama sekali? Iman itu bisa naik turun dan bahkan musnah atau binasa.  Yang jelas, orang-orang beriman dipersatukan hatinya oleh Allah. Disebutkan: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara” (QS. al-Hujuraat: 10).

Kini saudara-saudara seiman kita berdarah-darah di sana. Di negeri Mesir persisnya. Sebahagian mereka dibunuh, dibakar, diinjak-injak tubuhnya ketika sedang mempertahankan kebenaran. Sebahagian lagi menganga terluka, mengaduh derita, dan bertahan dengan sisa hidup yang ada di antara letusan senjata dan manusia-manusia yang sedang murka. Mendidih darah bagi (orang-orang beriman) yang melihat atau mendengarnya. Tak mungkin tak merasa sakit bila mereka adalah bagian tubuh kita sendiri yang tersakiti. Orang-orang beriman itu ibarat satu tubuh.

Kalau pun peduli, cukupkah kita hanya mampu peduli dengan kata-kata kutukan terhadap para penindasnya? Cukupkah kita hanya mengirim kata-kata turut berduka? Sungguh, kata-kata tak mampu mengobati derita atau menyembuhkan luka terkena senjata. Bila itu memang dianggap cukup, jangan pernah mengeluh bila nantinya hanya dikirim kata-kata saat giliran kita terluka dan sengsara.

Twitter update Mobile Apps Dengan Verifikasi Login

twitter2stepaug2013_616

Pada akhir Mei, Twitter akhirnya meluncurkan dua langkah verifikasi. Alat ini diperkenalkan sebagai cara untuk mudah-mudahan mengurangi jumlah profil tinggi akun Twitter hacks yang meninggalkan banyak selebriti dan merek yang berhubungan dengan bencana PR kecil. Sekarang Twitter telah memperbarui proses verifikasi untuk menjadi lebih aman.

Twitter hari ini mengumumkan bahwa pengguna sekarang dapat menggunakan aplikasi mobile mereka untuk login ke account mereka melalui verifikasi dua langkah. Verifikasi Login berbasis SMS akan tetap tersedia, tetapi aplikasi mobile memberikan tingkat keamanan lain. Berikut adalah semua fitur yang datang dengan dua langkah verifikasi pada aplikasi mobile:

Tidak ada nomor telepon yang diperlukan: Dengan menggunakan pesan mendorong dan persetujuan di-aplikasi, Anda tidak perlu lagi untuk memberikan nomor telepon Anda untuk menggunakan verifikasi login. Jika Anda mengelola beberapa akun Twitter, tetapi hanya mempunyai satu nomor telepon, Anda sekarang dapat memilih semua dari mereka dalam verifikasi login.

Dukungan internasional yang lebih luas: Sekarang, semua yang Anda butuhkan adalah koneksi internet dan salah satu aplikasi kami didukung untuk mendaftar dalam verifikasi login. Login verifikasi melalui SMS telah tersedia melalui operator seluler yang didukung seluruh dunia, tapi itu tidak mencakup semua orang.

“Telepon saya jatuh di laut!”: Kode Backup dihasilkan dalam aplikasi dapat ditulis, disimpan di tempat yang aman, dan digunakan untuk mengakses akun Anda di twitter.com bahkan jika Anda kehilangan ponsel Anda.

Konteks yang lebih: Ketika permintaan login dibuat, Anda akan melihat rincian peramban dan perkiraan lokasi di app. Jika Anda menerima permintaan persetujuan dari setengah seluruh dunia, Anda mungkin akan mendapatkan phishing. Tinjau halaman ini untuk informasi lebih lanjut tentang menjaga keamanan account.

Jadi, bagaimana Anda mengaktifkan semua fitur baru ini? Twitter mengatakan Anda hanya perlu membuka aplikasi dan nyalakan Login Verifikasi pada halaman Pengaturan bawah keamanan. Dengan itu diaktifkan, aplikasi akan menangani semua masuk persetujuan.

Sebagai bonus tambahan, Twitter juga memperkenalkan beberapa perbaikan untuk mencari dan foto dalam aplikasi resmi mobile bersama fitur verifikasi dua langkah. Pertama, menu pencarian sekarang akan mencakup konteks sosial sebagai bagian dari saran autocomplete nya. Kedua, Anda juga dapat melihat galeri foto seluruh ketika melihat melalui foto dalam pencarian.

Anda dapat mendownload iOS terbaru dan aplikasi Android dari App Store dan Google Play.

Sucikan Jiwa dengan Zakat Fitrah

ZAKAT fitrah disebut juga dengan az-zakat al-badany, karena zakat fitrah berfungsi menyucikan jiwa seseorang dari dosa-dosa. Hukumnya adalah fardhu ‘ain sebagaimana hadis Rasulullah saw. Ibnu Umar berkata: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan sebesar 1 sha’ kurma (1862,19 gram) atau 1 sha’ gandum pada orang-orang yang merdeka atau hamba baik laki-laki maupun perempuan yang beragama Islam.”

Sehubungan dengan itu Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri dan dia ingat nama Tuhannya lalu menyembahnya.” (QS. Al-A’la: 13).

Syekh Maulana Muhammad Amin Al-Kurdi seorang sufi yang telah mengarang berbagai kitab di antaranya yang mashur adalah kitab Tanwirul Qulub, menyebutkan manfaat-manfaat zakat fitrah di antaranya: Pertama, menyucikan bagi yang berpuasa dari omongan kotor, ghibah, namimah dan lain-lain; Kedua, belas kasihan terhadap orang fakir di hari yang fitri, dan; Ketiga, menjadikan sebab diterimanya puasa.

Sebagian ulama berpendapat zakat fitrah tidak boleh diberikan dalam bentuk uang, karena pada zaman Rasulullah zakat fitrah ditunaikan dengan bahan makanan. Tetapi karena perkembangan zaman, maka banyak ulama –semisal Yusuf Qardhawi– membolehkan membayar dengan uang senilai 2,5 Kg bahan makanan pokok.

Imam Syafii berpendapat bahwa barang yang sah untuk dijadikan sebagai zakat fitrah haruslah dari makanan pokok (al-quut) seperti beras, gandum, jagung atau yang lain yang digunakan sebagai makanan pokok.

 Menggunakan rasio

Namun, Imam Hanafi berpendapat lain dengan memperluas dan menggunakan rasio, yang membolehkan zakat fitrah ditunaikan dengan uang, karena kebanyakan orang paling membutuhkan uang dari pada beras.

Beliau berpendapat bahwa zakat fitrah dengan uang lebih baik karena manfaatnya lebih universal dan lebih mengena dapat dipakai sesuai kebutuhan yang bersangkutan. Artinya jika ada uang, maka kebutuhan apapun dapat diperoleh.

Zakat fitrah berbeda dengan zakat-zakat yang lain, karena spesifik dan hanya disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam yang berpuasa sudah berbuka dari puasa Ramadhan.

Nah, karena waktu tersebut sangat sempit sebelum pelaksanaan shalat Ied, maka diberi toleransi penerimaan zakat fitrah oleh amil dipercepat mulai malam ke 25 atau 26 Ramadhan sehingga cukup waktu untuk distrubusi kepada yang berhak.

Tujuan dari zakat fitrah ini adalah agar pada hari lebaran nanti, jangan sampai ada fakir miskin, dhuafa, fukaha yang tidak menikmati rezeki untuk sehari itu saja. Diharapkan dengan berbagai kebahagiaan di hari fitri, hubungan antar sesama dapat terjalin dengan baik dan akan muncul semangat keberpihakan terhadap kaum lemah. Terlebih ketika kondisi dan situasi perekonomian bangsa yang sedang suram, jumlah rakyat miskin juga diperkirakan bertambah, maka kewajiban zakat fitrah harus benar-benar diamalkan.

Mungkin nilai zakat fitrah tidak seberapa, kecil sekali. Namun lebih dari itu, diharapkan melalui zakat fitrah, jiwa sosial seseorang terketuk untuk selanjutnya bersedia mengeluarkan zakat, infak, sedekah, amal jariah dan sebagainya yang nilainya lebih besar. Jangan kemudian ada yang mengira setelah membayar zakat fitrah, selesailah sudah kewajiban zakat yang lain. Kita harus ingat, sedekah, amal jariyah juga wajib bagi yang mampu.

Perintah berzakat fitrah adalah guna menggugah kedermawanan, kepedulian dan empathi seseorang kepada golongan lemah (fakir miskin), karena sesungguhnya zakat fitrah tak lebih dari simbol kepedulian sesaat, tapi dalam jangka panjang harus ada tindak lanjut yang berkesinambungan demi terwujudnya pemerataan keadilan sosial.

Esensi pelaksanaan zakat fitrah ada dua, yakni secara sosial zakat ini adalah untuk kepentingan kaum fakir miskin dan sebagai sarana ‘membersihkan’ harta sekaligus jiwa seseorang. Zakat fitrah ini kaitannya dengan fitrah manusia yang beragama Islam. Mereka yang telah menjadikan agama Islam sebagai pedoman hidup, harus secara konsekuen melaksanakan segala perintah-Nya termasuk berpuasa di bulan Ramadhan.

 Tidak selamanya

Sesuai pedoman, kaum fakir miskin, yatim piatu, dan dhuafa, tetap merupakan penerima zakat fitrah. Namun pesan yang hendak disampaikan adalah, akan lebih baik jika tidak selamanya mereka menjadi penerima zakat.

Jadi perlu pembinaan yang sistematik kepada mereka agar pada suatu saat nanti taraf hidup mereka dapat meningkat. Di sinilah selanjutnya peran dan tanggung jawab pemerintah untuk mengurus para fakir miskin tersebut, antara lain melalui pengelolaan keuangan dan zakat secara benar.

Oleh karenanya, peningkatan kuantitas zakat maal tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dalam hal ini zakat fitrah bisa menjadi momentum yang tepat bagi ummat Islam untuk menggalakkan kewajiban mengeluarkan zakat hartanya jika sudah sampai nisab.

Jika sebagain besar umat Islam sudah sadar berzakat, maka akan mengurangi angka kemiskinan di negeri tercinta ini. Tidak terjadi lagi gap yang menganga lebar antara si kaya dan si miskin.

Doa

TIDAK terasa kita telah berada pada fase akhir Ramadhan, beberapa hari lagi bulan mulia ini akan berakhir dan tiba saatnya hari kemenangan bagi orang-orang yang menjalankan ibadah berpuasa, yakni Idul Fitri.

Hari ini, masih bagian dari sepuluh hari terakhir di mana para shaimin atau orang-orang yang sedang berpuasa dianjurkan lebih mendekatkan diri, memaksimalkan doa untuk terkabulnya semua hajat kita selama ini.

Pada sepuluh hari terakhir ini, Kita dianjurkan untuk memperbanyak doa dan menyempurnakan setiap ibadah kita untuk hasil yang diridhai Allah SWT, sehingga selesai Ramadhan nanti kita benar-benar termasuk kepada golongan para pemenang. Pada sepuluh hari terakhir ini, kita disunnahkan untuk beritikaf, berdiam diri di masjid dan memperbanyak doa serta amaliyah sunnah lainnya. Sebab, pada fase ini ada malam kemuliaan, malam seribu kebaikan, malam yang nilainya seribu kali malam-malam lainnya.

Berdoa adalah perintah Allah yang akan dikabulkan jika doa itu dipanjatkan dengan sungguh- sungguh dan tatacara yang benar. Tidak mau berdoa berarti cerminan orang yang sombong. Sombong kepada Allah Swt merupakan dosa besar dan mendapat ancaman neraka. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina.” (QS: Al-Mu’min 40:60)

Mengapa kita harus terus berdoa pada setiap usaha yang kita kerjakan? jawabannya tentu karena kita hanyalah manusia yang diharuskan berikhtiar, berusaha dalam segala urusan dan menyempurnakannnya dengan doa, karena doa itu senjatanya orang mukmin dan merupakan inti ibadah (muhul ibadah).

Setiap kegiatan bisnis dan usaha kita merupakan amalan shaleh yang harus disempurnakan dengan doa. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang menyertai setiap usahanya dengan kesempurnaan doa yang dipanjatkan. Begitu juga sebaliknya, kehancuran, kegagalan, dan keterlambatan untuk sukses biasanya ada doa yang belum terkabul atau bahkan tidak ada doa yang dirutinkan setiap harinya.

Karena doa adalah senjata orang mukmin, mari kita sempurnakan doa-doa kita untuk meraih kesuksesan hidup di dunia dan dengan kesuksesan itu akan mengantarkan sukses di akhirat kelak. Masih ada sisa waktu di sepuluh hari terakhir ini dan belum terlambat untuk menyempurnakan yang kurang dari ibadah kita saat ini. Sebab, kesempurnaan doa dan kesempurnaan ibadah adalah jalan untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberhasilan atas setiap sesuatu yang kita usahakan.

Mari kita berdoa agar puasa kita diterima dan semua doa untuk kesempurnaan usaha kita dapat segera terkabul. Amin! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Belajar Menjadi Manusia Seutuhnya

SERING sekali kita dengar, bahwa Ramadhan adalah bulan di mana kita berlatih, berlatih mengelola emosi, berlatih kepekaan sosial, atau berlatih membaca Alquran. Dari sekian banyak kemungkinan latihan yang mungkin kita lakukan di bulan ini, satu di antaranya adalah berlatih menjadi manusia seutuhnya, atau manusia yang sempurna.

Menjadi manusia yang sempurna terkesan sederhana, karena semua kita merasa telah berhasil menjadi manusia. Namun demikian, pada hakikatnya, dalam Ilmu Biologi, manusia digolongkan satu kingdom (kerajaan) dengan binatang-binatang lainnya. Singkat kata, manusia sesungguhnya juga merupakan seekor hewan.

Satu kelebihan besar manusia dibandingkan hewan adalah kita punya volume otak yang cukup besar untuk mampu memikirkan jauh lebih banyak hal dibandingkan hewan lainnya. Sementara hewan hanya memiliki insting (naluri), manusia selain memiliki naluri, juga mempunyai nurani (hati) dan nalari (pikiran). Dua poin terakhir inilah yang membedakan manusia dengan hewan lainnya, dan juga yang membuat manusia istimewa.

Firman Allah Swt: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 190-191).

Ayat di atas jelas menampilkan ciri-ciri sebenarnya seorang manusia sempurna, yang dalam hal ini Allah menyebutnya dengan ulul-albab (orang-orang yang berakal). Dua dari ciri manusia yang memiliki akal pikiran tersebut akan terlihat ketika ia tidak pernah melupakan Allah baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Singkat cerita, ia adalah seorang yang setiap saat ingat akan Penciptanya.

Di sisi lain, ia juga akan selalu menggunakan segenap akal pikirannya untuk memikirkan semua fenomena yang terjadi pada penciptaan segala sesuatu di langit dan di bumi. Pada akhirnya, keterpaduan antara kedua ciri di atas akan menimbulkan sebuah rasa takjub yang luar biasa terhadap Sang Pencipta.

Secara tidak langsung, Allah menggambarkan bahwa, manusia (makhluk yang berakal) tadi, harus memiliki nurani dan nalari, selain memiliki naluri kehewanannya. Secara tersirat, nurani manusia akan mengarahkannya untuk selalu mengingat Allah baik ketika, berdiri, duduk, dan berbaring. Di sisi lain, kemampuan untuk selalu memikirkan kejadian langit dan bumi menggambarkan bahwa manusia tersebut memfungsikan nalarinya dengan baik.

Degradasi moral yang terjadi, terutama di kalangan generasi muda, sepertinya mengarah pada minimnya fungsi nurani dan nalari pada mereka. Sehingga tidak heran jika mereka kembali ke habitat aslinya, seekor hewan. Layaknya hewan, maka menzalimi yang lain, berlaku tidak sopan, bahkan membunuh, memperkosa dan sebagainya, bukanlah hal yang tabu. Alquran juga menggambarkan nasib mereka yang kehilangan nurani dan nalari mereka, serta menggolongkan mereka kepada golongan binatang ternak.

Firman Allah Swt: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179)

Kata hati dalam ayat tersebut menggambarkan nurani, sementara mata dan telinga yang tidak difungsikan, seperti tertera dalam ayat itu, akan secara tidak langsung menutup kemungkinan seseorang untuk berpikir tentang semua fenomena. Manusia yang gagal menjadi manusia sempurna tersebut disebut Allah lebih buruk keadaannya daripada binatang ternak. Pada hari akhirat, mereka yang kehilangan hati nurani, serta pikiran nalari mereka diancam dengan neraka Jahannam.

Agar tidak kehilangan nurani dan nalari, Allah menyediakan kitab petunjuk yang diturunkan pada bulan Ramadhan, yang menjadi petunjuk bagi manusia. Sehingga semua ajaran dan aturan yang ditulis dalam kitab itu sangat sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan manusia. Karena itu, untuk mengukur derajat kemanusiaan seseorang, sesungguhnya dapat dilihat langsung dari seberapa dekat orang tersebut dengan ajaran Quran.

Ramadhan merupakan momentum yang sangat baik untuk meminimalisasi potensi naluri hewaniah manusia yaitu dengan mengontrol semua pemenuhan kebutuhan biologis setiap harinya. Semoga Ramadhan ini berhasil mengontrol nafsu naluriah kita, dan mendekatkan kita kembali kepada Alquran, sehingga mampu mendidik kita semua untuk menjadi manusia yang sempurna.

Google Sets Aturan Link Baru

google-generic_320x245Google memiliki beberapa aturan baru untuk jenis link memungkinkan (atau tidak memungkinkan). Konsep sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun Google telah memperbarui dokumentasi resmi untuk mencerminkan pandangannya terhadap beberapa jenis link.

Seperti yang Anda ketahui, salah satu hal yang Google mengatakan dalam Pedoman Mutu untuk menghindari partisipasi dalam skema link. Google telah memperbarui halaman skema link, sebagai Search Engine Land laporan.

Sekarang dimasukkan sebagai hal-hal yang memenuhi syarat sebagai skema link adalah:

  • Artikel pemasaran atau tamu skala besar postingan kampanye dengan kata kunci-kaya jangkar teks link
  • Advertorial atau iklan asli mana pembayaran diterima untuk artikel yang menyertakan link yang lulus PageRank
  • Link dengan dioptimalkan jangkar teks dalam artikel atau siaran pers didistribusikan di situs lain.

Posting tamu telah dicussed berkali-kali baru-baru ini. Berikut adalah artikel baru-baru ini kami diposting tentang pandangan Google. Demikian juga, Advertorial adalah hal lain Google telah menindak baru-baru ini.

Berkenaan dengan hal dioptimalkan jangkar teks, Google memberikan contoh berikut:

Ada banyak wedding rings di pasar. Jika Anda ingin memiliki wedding, Anda akan harus memilih best ring. Anda juga akan perlu membeli bunga dan gaun pengantin.

Aku ingin tahu apakah itu sampel nyata.

Google tidak menghapus beberapa untuk memberikan ruang bagi yang baru. Sekarang  adalah “menghubungkan ke spammer web atau situs yang tidak terkait dengan maksud untuk memanipulasi PageRank” dan “link yang dimasukkan ke dalam artikel dengan sedikit koherensi”.

Saya kira itu game pada dengan mereka. Just kidding.